Rabu, 22 November 2017

Loka Batam & KPPAD Provinsi Kepri Jalin Sinergi Masalah Rehabilitasi Narkoba pada Anak

Bertempat di kantor sekretariat KPPAD Provinsi Kepulauan Riau di Kota Tanjung Pinang. Pada Hari Senin kemarin dr. Danu Cahyono selaku Kepala Loka Rehabilitasi BNN Batam beserta Bapak Muhammad Faizal SH, MM selaku Ketua KPPAD Provinsi Kepulauan Riau, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Loka Rehabilitasi BNN Batam dengan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepulauan Riau.

Penandayangan MoU antara Loka Rehab BNN Batam dengan KPPAD Kepri

Nota kesepahaman ini merupakan langkah nyata pihak Loka Rehabilitasi BNN Batam guna memperjuangkan hak untuk pulih bagi putra-putri bangsa yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika, khusunya di kalangan anak-anak. Dimana ssaat ini Loka Rehabilitasi BNN Batam telah memiliki rumah rawatan khusus rehabilitasi rawat inap bagi anak-anak usia 12 s.d 18 tahun yang menjadi pecandu atau korban penyalahgunaan narkotika.

Diharapkan kedepannya KPPAD dapat beriringan dan selaras dalam melakukan monitoring & pengawasan terhadap program rehabilitasi anak "House of Edukids" yang diselenggarakan di Loka Rehabilitasi BNN Batam, dan dapat turut serta memperjuangkan hak-hak dasar anak selama menjalani masa rehabilitasi, khususnya di bidang kesehatan, keamanan dan pendidikan.

Karena tidak dapat dipungkiri kepedulian dari instansi terkait terhadap rehabilitasi narkoba bagi anak terbilang cukup memprihatinkan, dimana sekolah-sekolah pada umumnya baik institusi pendidikan negeri maupun swasta kerap kali memberikan "label" yang cenderung negatif terhadap anak-anak pecandu atau korban penyalahguna narkotika. Dimana biasanya anak-anak mantan pecandu ini cenderung tidak diterima di sekolah nya kembali setelah menjalani masa rehabilitasi.

Padahal pendidikan merupakan salah satu hak dasar anak yang wajib dijamin oleh negara. Namun realita yang ada di lapangan khususnya di daerah masih banyak pelaku institusi pendidikan baik guru -guru, kepala sekolah maupun dosen yang belum paham mengenai masalah adiksi narkoba. Sehingga seringkali memberikan stigma negatif dan enggan untuk turut serta dalam pemulihan bagi anak korban penyalahgunaan narkotika.

Maka dari itu diperlukan dukungan dari seluruh instansi pemerintah khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan dalam menangani permasalahan narkotika khususnya yang menjerat anak-anak usia sekolah, Agar si anak bisa kembali memperoleh kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik kedepannya, bukan justru menjauhi dan mendiskriminasikan anak-anak yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika.

Minggu, 23 Juli 2017

Puncak Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2017, Loka Batam Gelar Pameran Seni "Tribute to Addict Recovery" 20 s.d 30 Juli 2017

Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) diperingati setiap tahunnya setiap tanggal 26 Juni. Pada peringatan HANI tahun ini, Loka Rehabilitasi BNN Batam menggelar serangkaian kegiatan mulai dari Pra-Hani sampai Peringatan Puncak yang kemarin diselenggarakan pada tanggal 19 Juli 2017. 

Pada peringatan tahun ini ada sesuatu yang baru yang ditampilkan oleh Panitia, yakni dengan dibukanya Pameran atau Exhibition seputar dunia rehabilitasi narkoba di Indonesia yang bertajuk "Tribute to Addict Recovery". Gelaran kali ini mendapat respon yang sangat positif baik dari lingkup internal BNN Provinsi Kepulauan Riau maupun dari khalayak umum dan awak media.


Selebaran Undangan "Tribute to Addict Recovery" Photography & Digital Imaging Exhibition seputar dunia rehabilitasi narkoba.

Pada sambutannya sebelum pembukaan galeri atau exhibition ini, Kepala BNN Provinsi Kepri Bpk. Brigjen.Pol. Drs. Nixon Manurung, M.AP menuturkan : "Kegiatan ini juga sebagai sarana promosi dan memperkenalkan keberadaan Loka Rehabilitasi BNN Batam ke masyarakat Batam khususnya dan masyarakat Kepulauan Riau pada umumnya". Karena menurut beliau kesadaran dan animo masyarakat untuk mengantar saudara atau keluarganya yang menjadi pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di Kota Batam ini masih tergolong rendah. Sehingga dengan acara ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwasanya rehabilitasi narkoba di BNN itu gratis dan terbuka bagi siapa saja yang ingin sembuh dari jeratan narkoba.

Selain menampilkan karya seni, dalam acara puncak peringatan ini juga ditampilkan pertunjukan kreatifitas dari para resieden (pasien) yang sedang menjalani masa rehabilitasi di Loka Rehabilitasi BNN Batam. Acara ini sendiri dihadiri langsung oleh Kepala BNN Provinsi Kepulauan Riau beserta jajarannya. Serta para tamu undangan yang berasal dari SKPD baik dari tingkat kelurahan, kecamatan, pemerintah kota dan perwakilan dari Polresta Barelang.


Pembukaan gelaran exhibition secara simbolis oleh Ka. BNN Provinsi Kepri 
Bpk. Brigjen.Pol. Drs. Nixon Manurung, M.AP. Rabu 19 Juli 2017

Acara pameran ini sendiri masih terbuka untuk umum mulai dari tanggal 20 Juli sampai dengan ditutupnya nanti tanggal 30 Juli 2017. Diharapkan masyarakat sekitar di Kota Batam yang masih penasaran dengan program rehabilitasi narkoba milik BNN dapat mengunjungi acara ini sebagai ajang untuk menambah wawasan serta dapat membantu penyebaran informasi terkait bahaya dan penanggulangan masalah kecanduan narkoba.

Sambutan Kepala BNN Provinsi Kepri saat pembukaan acara HANI 2017 


 Para tamu undangan menyaksikan karya seni yang ditampilkan pada pameran kali ini.

Senin, 20 Maret 2017

Peran Keluarga Bagi Penyalahguna Zat Melalui "Family Support Group"


Loka rehabilitasi BNN batam mengadakan kegiatan Family Support Group untuk pertama kalinya di tahun 2017 pada tanggal 11 Maret lalu. Kegiatan ini merupakan wadah bagi keluarga penyalahguna zat yang berada di lembaga rehabilitasi ini untuk dapat mengenal satu sama lain untuk saling memberikan dukungan antar keluarga yang memiliki kesamaan permasalahan. Keluarga sebagai lingkungan terdekat dengan penyalahguna zat, diharapkan memiliki pengetahuan yang memadai mengenai program rehabilitasi yang dijalankan, serta menyadari perannya dalam mendukung pemulihan bagi anggota keluarganya.

Kata sambutan dari koordinator sosial.

                Family support group atau yang disingkat dengan FSG dilaksankan di ruang visit Loka rehabilitasi BNN Batam pada pagi hari pukul 9.00 WIB. Acara ini diawali dengan pembacaan doa dan kata sambutan dari koordinator bagian sosial sebagai perwakilan dari Kepala Loka yang berhalangan hadir, Meta Amelia Widya Saputri, S.Psi. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan preamble sebagai bentuk  aplikasi dari tujuan kegiatan ini yaitu untuk membimbing anggota keluarga menjadi recovery partner dari recovering addict dan membentuk anggota keluarga menjadi program allies serta menggalakkan anggota keluarga recovering addict untuk melakukan perbaikan / pengembangan diri.

Salah satu konselor Loka Rehabilitasi BNN Batam sedang memberikan
materi kepada keluarga residen.
Testimoni dari mantan penyalahguna zat yang kini
telah menjadi salah satu staff konselor di
Loka Rehabilitasi BNN Batam.

Keluarga selanjutnya diberikan materi oleh salah satu staf konselor dari Loka Rehabilitasi BNN Batam yang menjadi narasumber pada acara tersebut. Adapun materi yang disampaikan yaitu tentang “Peran yang muncul dalam keluarga dengan penyalahgunaan zat”. Setelah materi disampaikan ada beberapa keluarga yang antusias untuk melontarkan pertanyaan sehingga diskusi pun berjalan lancar. Selain materi, keluarga residen juga disajikan testimoni dari mantan residen yang telah “move on” dari zat-zat terlarang yang telah menjadi salah satu staff di Loka Rehabilitasi BNN Batam, dan testimoni dari salah satu korban penyalahguna yang sedang di rehab.
                Acara kemudian ditutup dengan doa dan makan siang bersama yang diiringi persembahan lagu dari residen anak.



Panitia kegiatan Family Support Group.